Pertanian
Perkebunan
Perikanan
Peternakan
Kehutanan
Pariwisata
Industri & Perdagangan
Pertambangan & Energi
Perbankan & Koperasi
 
Air Bersih
Tenaga Listrik
Transportasi & Komunikasi
Pengairan
Sarana Perhubungan
 
Agama
Pendidikan
Kesehatan
Peradilan dan Kriminalitas
Sosial Lainya
Transmigrasi
Ketenagakerjaan
Perumahan
 
BAGAN SIAPIAPI
Hujan Ringan
Cuaca : Hujan Ringan
Suhu : 23 - 34 °C
Kelembapan : 47 - 98 %
Kecepatan Angin : 16 (km/jam)
Arah Angin : Utara
Kondisi Ekonomi

Sebagai daerah penghasil Minyak dan gas di Provinsi Riau, Kondisi perekonomian Kabupaten Rokan Hilir pada tahun 2015 tentulah lebih didominasi oleh sektor pertambangan minyak dan gas. Walaupun sektor ini masih menjadi dominasi terhadap perkembangan ekonomi tetapi cendrung turun tiap tahunnya. Fenomena ini bukan hanya pada Kabupaten Rokan Hilir tetapi juga pada level nasional dimana target eksplorasi minyak pada tahun 2013 dibawah 1 juta barel. Gambaran kondisi ekonomi Kabupaten Rokan Hilir dapat dilihat pada gambar berikut:


Gambar 3.2. Laju Pertumbuhan PDRB Migas dan Non Migas Tahun 2009- 2013 (%)
Gambar di atas menunjukkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rokan Hilir tahun 2009-2013 Sektor-sektor diluar minyak dan gas mengalami peningkatan yang cukup baik walaupun tahun 2013 sedikit mengalami penurunan. Sementara bila digabung dengan sektor minyak dan gas terjadi fultuasi walapun pada tahun 2013 mengelami sedikit kenaikan. Namun demikian secara umun pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rokan Hilir di luar migas mengalami pertumbuhan yang, lebih tinggi jika dibandingan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rokan Hilir dengan migas.
Berdasarkan perbandingan pertumbuhan ekonomi makro Kabupaten Rokan Hilir tersebut maka. pembangunan Rokan Hilir yang mengarah pada pembangunan ekonomi kerakyatan menunjukkan indikasi yang menggembirakan, karena sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan merupakan aktivitas ekonomi yang memberikan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar dan juga merupakan aktivitas ekonomi banyak dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. Orientasi pembangunan ekonomi berbasis agribisnis akan memberikan efek ganda (multiplier effect) pada semua sektor perekonomian. sehingga memberikan dukungan yang besar terhadap permbangunan ekonomi Kabupaten Rokan Hilir yang berkelanjutan dimasa mendatang. Oleh sebab itu. pembangunan perekonomian harus mengarah pada pemantapan stabilitas ekonomi makro agar dapat memelihara dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkualitas serta peningkatan kemampuan pendanaan pembangunan, baik yang bersumber dari pemerintah maupun swasta. Perekonomian Kabupaten Rokan Hilir pada periode 2010-2013 terus mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan dan cenderung stabil yang ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dengan fluktuasi yang rendah.


Perbandingan PDRB Kabupaten Rokan Hilir Atas Harga Konstan dan Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2011 - 2013

No,

Sektor

2011

2012

2013

Rp

%

Rp

%

Rp

%

1

Pertanian

      9.361.768,48

   22,71

     10.569.674,72

   23,52

   11.476.951,76

   23,00

2

Pertambangan

     21.268.261,77

   51,60

     21.356.388,19

   47,52

   22.843.974,51

   45,78

3

Industri

      6.169.895,58

   14,97

      7.766.840,54

   17,28

    9.379.112,84

   18,79

4

Listrik dan Air

           39.954,12

     0,10

             47.823,42

     0,11

         55.233,10

     0,11

5

Bangunan

         313.236,56

     0,76

          359.852,90

     0,80

       433.417,74

     0,87

6

Perdagangan

      3.107.486,58

     7,54

      3.747.021,75

     8,34

    4.464.444,65

     8,95

7

Angkutan

         189.390,79

     0,46

          211.705,63

     0,47

       235.997,19

     0,47

8

Keuangan

         255.621,34

     0,62

          302.536,50

     0,67

       350.839,96

     0,70

9

Jasa-jasa

         509.955,91

     1,24

         580.329,34

     1,29

       663.148,60

     1,33

Total PDRB MIGAS

41.215.571,13

100,00

44.942.172,99

100,00

49.903.120,35

100,00



Sumber pertumbuhan ekonomi dari sisi produksi dalam perekonomian Rokan Hilir dapat diihat dari share setiap sector dalam pembentukan PDRB Kabupaten Rokan Hilir. Kontribusi sektor pertambangan didominasi oleh sub sektor minyak dan gas. Namun sektor ini merupakan sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui, dan menunjukkan kontribusi yang terus menurun dari tahun ke tahun. Kontribusi sektor pertambangan dalam perekonomian Rokan Hilir sebenarnya terus mengalami penurunan.
Bila diperhatikan lebih detai sektor usaha pada harga yang berlaku pada tahun 2013 yang memberikan kontribusi yang sangat berarti ada pada tiga sektor utama yaitu pertambangan dan Penggalian dengan dengan kontribusi 45,78% diikuti dengan sektor pertanian sebesar 23,0%, dan industri pengolahan sebesar 18,79% . Keadaan ini  harus menjadi pertimbangan bagi pengembangan ekonomi Kabupaten Rokan Hilir dimasa mendatang.  Sektor-sektor yang memberikan nilai tambah ekonomi besar, selain sektor pertambangan, seperti sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan ,haruslah menjadi prioritas untuk dikembangkan.
Pembangunan ekonomi yang mengintegrasikan sektor pertanian. industri pengolahan dan perdagangan merupakan pembangunan konsep pembangunan yang terintergarasi. Dengan demikian. pembangunan perekonomian Kabupaten Rokan Hilir dimasa mendatang diarahkan pada pembangunan kepada sektor unggulan yang akan memberi effek pada sektor lainnya, dengan tetap memperhatikan keterlibatan masyarakat sebagai basis penggerak perekonomian daerah.
Untuk melibatkan masyarakat secara luas dalam perekonomian perlu didukung oleh penyediaan infrastruktur, teknologi dan pembiayaan yang berpihak pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ekonomi daerah akan semakin memperjelas arah pembangunan ekonomi kabupaten Rokan Hilir yang dapat menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan mampu mendorong pengentasan kemiskinan atau pembangunan ekonomi. Kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan dengan tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Pengembangan keterkaitan industri hulu dan hilir dengan membangun integrasi semua sub sistem agribisnis yang kuat merupakan arah kebijakan pengembangan ekonomi lokal untuk meningkatkan nilai tambah dan produktivitas. dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas. Peningkatan nilai tambah dan produktivitas lebih difokuskan pada pembangunan sistem agribisnis. Arah kebijakan pengembangan dan penguatan ekonomi lokal perlu terus didorong dengan memperkuat jejaring kemitraan antar usaha kecil dan menengah sebagai kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini harus didukung dengan kebijakan pengembangan teknologi dan informasi serta penyebaran teknologi informasi yang didukung pembangunan infrastruktur wilayah yang strategis merupakan upaya akselerasi perwujudan dan pencapaian kesejahteraan masyarakat.

 
Arsip »»
• 10/10/2017 Bupati Lantik Pengurus HIPEMAROHI Pekanbaru.....
• 05/10/2017 Gubri "Irup" Hari Jadi Kabupaten Rokan Hilir ke-18.....
• 03/10/2017 Rohil Masih Kaya Ikan, 477 Peserta Ambil Bagian Dalam Lomba Mancing.....
• 03/10/2017 Wakil Bupati Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila.....
• 25/09/2017 Serahkan 53 SK CPNS untuk Guru Garis Depan, Pemkab Rohil Berharap Mutu Guru Meningkat.....
• 25/09/2017 Pemkab Rohil Gelar Tabligh Akbar.....
• 15/09/2017 Satpol PP Razia Perizinan Hotel.....
• 14/09/2017 Hari Jadi IBI ke-66, Suyatno: Bidan harus siap dipanggil 24 jam.....
• 14/09/2017 Bupati Resmikan Kantor Camat Pasir Limau Kapas.....
• 12/09/2017 Musim Hujan, Daerah Pesisir Mulai Banjir.....
Arsip Lengkap »
 
     
Free backlink [Valid RSS]